Posts

3 Cara Move-On buat Si Pemberani

Image
Lo pernah nggak ngerasa tiba-tiba sensitif dan sentimen, padahal selama ini lo ngerasa cukup logis? Lo liat apa yang lo suka, lo kejer, dan lo dapetin. Masalah "jatuh bangun" nggak pernah  bikin lo takut. Pokoknya sampai ke finish line. Elo adalah Si Pemberani, dan Perjuangan adalah nama bokap lo. Namun selayaknya roda yang berputar, apa yang ada di atas harus turun kebawah. Hal yang selama ini jadi kebanggaan dan kesayangan lo, sekarang nggak ada artinya sama sekali. Lo ngerasa hancur. Mimpi lo kandas, ekpektasi rata sama tanah. Seperti kehilangan identitas, lo jadi nggak tau cara menjelaskan situasi ini ke siapa-siapa. Dan hati lo... Ah, hati itu cuma sejenis mitos dewa dewi yunani. Lo mulai bertanya-tanya, kenapa sih masalah hati ini begitu jitu melumpuhkan kesehatan? Bisa bikin gue nggak selera makan, nggak fokus beraktivitas, pengennya marah, tapi bisanya cuma bengong mandangin sekotak ubin sambil mikirin cara jedotin kepala yang nggak nyakitin tapi cukup lethal ...

Approaching The Big 3

Image
Hey, I am glad you're still here. In a blog. A relic to the gen-z yet an archive I love to revisit nonetheless. For some reason, I feel more at ease when writing my candid thoughts on this blog. Not on Medium, not on Instagram. It might be because we've been running together for more than a decade and a half. Or maybe it's the fact that I believe nobody really reads my writings here and thus I can maintain a somewhat anonymous relationship with my readers. Regardless, here's a little reflection on what has happened in my mundane life. In the last year, I've met new friends whom I would call my sisters in Christ. I've been shocked by my feelings towards a group of people I didn't realize I cared about. I've cried more than what the situation logically called for. I've learned to be vulnerable at times, to hold back on others, to readily unmatch, and to maintain healthy boundaries. I've swelled with pride as I watched people grow and let others go ...

Makanan Memori

Image
Gue adalah orang yang selalu mengawinkan "good times" dengan makanan dan pembicaraan. Itu adalah resep hang out favorit gue. Kalau salah satu dari dua komponen tersebut nggak melampaui level yang gue mau, gue nggak bakal nyimpen acara tersebut dalam bayangan gue. Asli. Gue masih inget makan-makan untuk ulang tahunnya Ames saat SMA. Kita di Penang Bistro, gue makan roti canai dengan curry yang walaupun dagingnya sedikit, tapi rasanya gurih nagih. Lalu, makan-makan kepiting goreng telor asin sama Ian (dan beberapa teman yang lain) di Surabaya, atau makan-makan seafood habis basah-basahan di Dufan sama anak-anak kantor di Pluit ngalor ngidul ngomongin macem-macem padahal badan udah remuk. Countless dinner dates sama Sam and Devi. Sedangkan saat makanannya nggak enak tapi pembicaraannya seru... ada tuh, gue sampe ngerasa nggak enak. Dia sampe ngasih tauin beberapa detail tentang hari itu, makanannya, aktifitasnya, dan gue pun tetep nggak inget kalau kita bahkan pernah k...

Flashbacks

Image
2017 Zamannya manusia semakin terkoneksi, tapi hubungan semakin gila. Komunikasi semakin mudah, namun seni mendengar tak terdengar. Baru kali ini gue ngeliat kaum mayoritas protes besar-besaran minta yang minoritas keluar. Baru kali ini gue liat presiden nyulut perang nuklir di twitter. Baru kali ini gue liat sumbu pendek calon-calon gubernur disiarkan di televisi. Setiap baca berita gue seperti meniti tali antara panik dan nggak percaya, antara mau marah dan mau ketawa. Nggak ingin jatuh ke jurang, tapi jantungan maju ke depan. Gue kira tahun 2016 itu gila. Nggak, 2017 jauh lebih heboh. 2018 Mungkin kita sudah terbiasa dengan kisruhnya dunia. Perang di negara lain dan perang di twitter terasa sama pentingnya. Perang untuk ketenangan batin jadi lebih terdengar. Kemarin ada teman yang curhat tentang depresinya, aku sendiri suka sesak nafas mikirin masa depan. Merasa sehat nggak lagi soal kadar gula dan berat badan, tapi juga kualitas hati dan pikiran. Apa yang akan kamu lakukan ...

The Thing: The Search Continues

Image
Photo credit: Freddy Castro Lo masih inget perjalanan gue mencari "The Thing" sejak 2013? Mungkin nggak. Karena cuma gue (dan beberapa temen baik) yang regularly baca blog ini. Anyway, sejak awal gue balik ke indo gue bersusah payah mencari 1 hal yang gue ingin tekuni, sesuatu yang bisa gue jadikan pekerjaan, karir, sebuah "cause" buat diusung jadi purpose hidup. Gue menamai perjalanan ini "The Thing". Gue inget banget gue nulis beberapa hal yang pengen gue coba di tahun 2014. Dari ngeband, jadi DJ radio, jadi presenter, jadi aktor, bikin film, dan sebagainya. Dan dari itu semua, "interests" gak jelas gue, gue kecemplung di sebuah area yang nggak gue plan sebelumnya: scriptwriting. Pada awalnya gue kepikiran untuk mempelajari ini demi ngebantu gue nulis script cerita dan directing video di kantor. Tapi seusai sesi mentoring scriptwriting itu, gue malah hengkang dari kantor dengan niatan nekunin scriptwriting sendiri. Jujur, mulai dap...

Panduan Sebelum Nonton Siti

Image
Weekend kemarin gue akhirnya berkesempatan untuk nonton film Siti yang marak diagung-agungkan di festival dalam negri dan manca negara. Sebelum lo kemakan dengan berbagai penghargaan yang berhasil ia dapatkan, baca ini dulu untuk memastikan apakah lo siap menghabiskan waktu 95 menit untuk film ini. 1. Warnanya Hitam Putih Buat apa teknologi technicolor diciptakan di tahun 1932 kalau 82 tahun berikutnya masih ada film-film hitam putih? Pada hakekatnya, satu-satunya film yang diijinkan menggunakan style hitam putih setelah tahun 1940 adalah film 50 Shades of Grey. 2. Screen Rationya Nggak Wide Gimana caranya gue nonton film ini di layar lebar kalau film-nya sendiri nggak lebar? Apakah sesempit itu perspektif kehidupan orang-orang macam Siti, sehingga pandangan para penontonnya pun harus di sempitkan? Bikin merasa mubazir punya TV wide screen dirumah. 3. Bahasa Jawa Puh -lease, I'm from Jakarta. I don't speak village and I can't even read proper Indonesian all th...

Ngeteh Cantik dan Tetek Bengek Kawinan

Image
Makanan pas nge-teh cantik di Peacock Lounge Seorang temen bakal menikah dalam hitungan bulan. Waktu kita ngeteh cantik beberapa hari yang lalu, dia cerita soal kesibukannya ngeplan ini itu. Dan secara gue akan terlibat di sebuah wedding yang lain, gue jadi mulai panik: banyak banget yang harus disiapin! Padahal, kawinan itu cuma hitungan 4 jam loh. 1 jam pemberkatan/akad nikah, trus sisanya makan malem dengan segenap acara potong kueh, first dance, apa lah itu yang menurut gue nggak penting. Dan untuk sebuah acara sependek itu , dibutuhkan waktu 1 tahunan untuk ngerencanain semuanya, dan ratusan juta buat menggalangkan fantasi kemegahan lo?  Ampun, Daddy! (Heih, bilang gitu doski skrg, tunggu waktunya juga paling menggila sendiri) Apa sih yang membuat pernikahan itu sebuah ajang tebar pesona? Kalau gue liat inti acaranya, sebenernya kawinan adalah acara memberi selamat pada sepasang teman atau keluarga lo yang bersiap untuk menjalani hidup baru. Simpel kan? Soal berapa...

Kangen Puas Karena Kerja Keras

Image
Udah lama banget gue nggak cerita tentang kehidupan gue sendiri. Itu karena gue nggak pengen cerita yang terlalu serius atau yang terlalu hopeless. Beberapa bulan belakangan ini gue memang lebih banyak menyendiri dan memfokuskan pikiran gue biar lebih sehat. Mungkin memang 'quarter life crisis' itu beneran ada, yah. Gue nggak ada banyak tips dan cara-cara jitu biar keluar dari semi-depression itu, tapi cuma 1 hal yang membantu: realize that it's all in your head. Get out, do your work, paksa tersenyum, paksa ketawa, nyanyi, berdoa, teriak, olah raga. Do everything you can to get out of your head. Dan saat lo sendirian, saat pikiran-pikiran itu mulai datang, baca alkitab. Realize who you are, that you are meant to overcome the world and you're so precious in God's sight. Precious. Seorang Om tanya ke gue hari minggu kemarin, "So, kamu kerja apa sekarang?" Gue cerita kalau gue ngajar bahasa inggris di kelas nyokap gue. Karena dia tau gue ngambil Motion D...

3 Lagu Orkestra Megah Untuk Pernikahan

Image
Desember kemarin gue dikasih kesempatan cetar untuk nyanyi back-up buat sebuah orkestra di kawinan orang. Lagu-lagu yang dimainkan disana bikin gue kembali bergetar untuk lagu megah penuh tarikan suara biola dan deram timpani. Sampai-sampai gue bikin sebuah list berisi lagu-lagu orkestra yang gue sukai. Siapa tau bisa dimainin di kawinan gue #ProyekMasaDepan Waktu nyanyi di kondangan Sampai saat ini list gue masih berisi 3 lagu. Tapi kita lihat kelanjutannya yah... 1. Two Words by Lea Salonga Setiap biolanya bermain bagian solonya, gue merinding! Dan dengan kata-kata "In a while, in a word, every moment now returns" langsung kebayang ngeliat wajah calon suami sambil ngomong 'I Do'. Beratsss. 2. All I Ask from Phantom of The Opera Satu lagi yang selalu bikin nangis waktu Christine nyanyi "Say you love me every waking moments, turn my head with talk of summer time". Rasanya mau nyebur, berenang, tenggelam dan erobik air dalam cinta. 3. For G...

Selamat Tahun Baru 2016

Image
Dari masa ke masa, menulis di akhir tahun adalah kebiasaan yang cukup penting buat gue. Secara jurnal gue sudah habis kertasnya sehari yang lalu (planning yg sangat buruk), maka napak tilas kali ini tertulis lah di kertas digital. Malam terakhir di 2015 gue habiskan dengan penulis-penulis Dasawarna. Kita ngebakar ayam, bikin salad, colek guacamole, dan nyeruput sotong semuanya sambil berceloteh tentang film, kisah masa lalu, karya-karya untuk masa depan, dan tentunya pembicaraan absurd yang tak etis bila dijabarkan disini. Mungkin karena sesama penulis yg masih mencoba menembus industri, jadi tingkat acara kami ya alakadarnya dan kekeluargaan. Just exactly what I need. Ngumpul sama mereka ngingetin gue akan hal-hal penting dalam hidup: relationship, and being there for each other. Being there for the rants, the downs, the burns, and being there for the ups, the toasts, and the victories. Siapa yang nyangka, temen-temen yang baru friendiversary 1 tahunan ini jadi anak-anak seperju...

Karena Rambut Adalah Mahkota

Image
Kalau kamu belum tau, gue punya blog khusus buat menjaga dan merawat rambut keriting. I know, 'kok kesannya centil banget'. But NO, it's not. Kalau kamu melihat budaya indonesia dari sisi si Keriting, kamu bakal ngeliat value based problems yang menurut gue harus segera dieradikasi lewat pendidikan. Hutzz, bahasa gueh kalau udah mulai serius ya bok. Hmh! Ini masalah yang dihadapi sama orang-orang berambut keriting di Indonesia: 1. Mereka terkenal dengan nama "brokoli" atau "kiting" atau "ijuk" Ya, udah biasa orang indo bikin nama panggilan macem-macem, kan. Nggak semuanya ngerasa kesel sama ini, tapi banyak juga yang malah jadi nggak suka dengan tekstur natural rambut mereka. 2. Kata "cantik" dan "keriting" jarang sekali ada di 1 kalimat Di Indonesia, definisi cantik itu sangat homogen. Kulit putih, mata besar, rambut hitam legam lurus terurai panjang. That's it. Dan hal itu yang bikin banyak anak-anak beram...

10 Lagu Non-Lenje yang Terasa Seperti Jatuh Cinta

Image
"Kayanya gue jatuh cinta, deh" kata gue sambil membuka headphone  dari telinga. Tertera di layar ipod: 'Lagu Lutut Lemes' judul playlist yang norak. Kamu cuma memandang gue nyinyir selama 2 detik lalu kembali sibuk menjawab rentetan chat yang lebih penting dari pada berbicara dengan temanmu. Temanmu ini yang akhirnya menulis blog karena dikacangin. Memang tiap kali mendengarkan lagu-lagu ini, rasanya seperti kembali ke masa cinta yang lugu, putih seputih ketiak bayi. Bukan karena ada memori spesial yang menitip pesan sentimental. Kan  akuh belum pernah jatuh-tuh cinta. Makanya, "menitip pesan sentimental" ini lebih cocok disamakan dengan mahasiswa yang nitip absen: sok ada. Tapiiii, inilah nada-nada yang menurut gue menggambarkan perasaan gebet menggebet, tembak menembak, kangen-kangenan. Basically, lutut lemas, nafas tersengal, bibir gemetar, jatuh cinta. Share juga punya kamu di comment section, yah! Ini gue urutin dari yang paling Semangat sampe ...

Cara Ngederin Curhatan Panjang Buat Orang Sibuk

Image
Ini jam 11 siang, dalam 2 jam ada meeting besar dan elo harus mempersiapkan power point dadakan. Tiba-tiba, temen lo masuk ke ruangan dan mulai curhat soal boss-nya yang walaupun ganteng dan digebet cewek sekantor, ternyata sangat menyebalkan. Apa yang harus lo lakukan tanpa menghancurkan persahabatan atau kesempatan lo naik gaji? Gini cara mendengarkan curhatan temen saat lo sedang sibuk (atau males): 1. Perpendek masa ceritanya dengan tidak memprovokasi emosi yang berlebihan Ngomong "Oke, tenang dulu" nggak akan membantu. Biarin dia ngeluarin semua unek-uneknya. Pas dia cerita, jangan kasih ekspresi-ekpresi kaget kaya "Hah?", "Serius lo!", "Parah, parah, parah." Ini cuma bakal memperbesar emosinya dan memperpanjang ceritanya.  Wajah lo harus tetap attentive tapi tenang, ngedengerin tapi tidak terlibat. Alhasil, dia perlahan-lahan akan mengikuti raut wajah lo juga, dan mulai menenang. Inget pelajaran IPA di SD, tanpa oksigen a...

Tips Cari Kado Untuk Jenis Cewek Praktikal

Image
Gue bukan jenis orang yang mementingkan kado. Menurut gue, ngumpulin barang itu sangat mubazir. Sampai-sampai gue punya formula: barang penting harus muat dalam 2 koper. So, gue suka pesan untuk tidak usah memberi hadiah tiap kali ada acara spesial. Dari pada pas gue dapet, barangnya gue hibahkan. Kan sedih... dan kasian... dan nggak enak rasa. Tapi, ada saat-saat tertentu dimana memberi hadiah itu penting. Especially kalau kamu adalah orang yang spesial dalam hidup si Cewek Praktikal ini. Nah, ini tips nyari kado untuk orang yang terlalu woles: 0. Sesuaikan dengan Acaranya Ini seharusnya sudah nggak perlu dikasih tauin lagi. Ya, kalau-kalau... Dalam semua situasi yang berhubungan dengan barang, cewek praktikal akan berpikir: "mau gue apain nih barang?" Jika jawabannya cuma, "buat dipajang," kamu lebih baik cari kado yang lain. Selalu pikirkan penerima hadiah tersebut. Jika ini adalah hadiah pindah negara demi kuliah, kasih dia sesuatu yang kecil ya...

Route 102: Business

Image
hidup gue saat ini Semua orang harus tau kalau Johanna tidak biasa diam-diam tanpa kerjaan. Kali ini, dia sudah bosan di distract sama video youtube, film-film bajakan dan anime tentang titan pemakan manusia. Suatu hari saat refleksi pagi, dia dapet sebuah ide untuk berbisnis. Kalau kamu kenal gue, kamu bakal bilang "lo bisa bikin macem-macem bisinis sih, Jo. Production house, screenwriter's guild, graphic design agency, apa kek!" Tapi jujur, Route 101: Media, sudah bikin gue 100% lelah. Gue nggak tertarik ngelakuin yang beginian lagi. Gue sudah berkecimpung di dalam sana selama beberapa tahun, dan gue tau gue nggak mau ngelakuin itu seumur hidup. Anyway, suatu pagi munculah sebuah ide bisnis yang cukup seru. Masalahnya, gue nggak punya background bisnis sama sekali. Gue pengen tau gimana caranya bikin business plan yang bener, cara bikin strategi bisnis dan jadi pengusaha legit. Dari pada gue nge-google cara nulis business plan, mending gw ngambil kelas sekali...

Masih Belum Percaya

Image
Hari ini gue kehilangan sesuatu yang cukup berharga buat gue. Tiga tahun lebih gue habiskan bareng sama dia. Pagi, siang, malem, gue nggak pernah ninggalin dia lebih dari 3 hari. Dia tau pikiran gue, gue ceritain semuanya ke dia. Dia tau aspirasi, dan inspirasi gue, dia yang nunjukin itu semua ke gue. Ada hari-hari dimana gue ngerasa nggak ngebutuhin dia. Tapi dihari-hari itulah yang malahan gue habiskan paling lama dengan dia. Dia cukup spesial, tapi hari ini dia udah nggak ada di hidup gue. Kalau kata-kata diatas terdengar seperti orang patah hati, yakinlah kalau kamu salah. Gue nggak patah hati. Gue shock. Gue nggak tau apa yang gue lakukan, tapi saat dia buka mata lagi, dia kaya nggak tau apa-apa. Dia nggak ngomong, dia nggak hangat, dia kaya robot. Memang benar kalau hidup itu adalah kumpulan memori. Jika memori itu tidak teringat, berarti memori itu tidak pernah terjadi. Apalagi memori gue dengan dia: tidak tertulis di buku sejarah, tidak terdaftar di kantor mana-mana. Ki...

Perkerjaan yang baik adalah Hidup!

Image
Hari ini gue ulang taon! TEPOK TANGAN! Sejak SMA gue selalu pusing mikirin cita-cita gue. Cita-cita dalam artian profesi. Susah banget loh buat nentuin satu. Sampe sekarang aja gue nggak tau sebenernya profesi gue apa. Gue kebanyakan tangan, kebanyakan ide, kebanyakan proyek. Ini bukan komplain, ya, ini fakta. Dan gue seneng penuh dengan kerjaan ini itu. Otak gue berasa dipacu terus untuk dorong satu dinding lagi, dan loncatin satu pager lagi. Di umur 25 ini, gue mencoba menulis hal-hal yang masih mau gue lakukan. Itung-itung nyemangatin hati gue yang mulai semangat lagi memacu diri. Ini list gue, list lo apa? Write and produce a musical theater. Write (and maybe illustrate) children's book Write songs and perform it Learn to surf Learn to dive Travel to Europe, watch art and eat! Change Indonesian TV Entertainment industry Mentor students for the creative industry (that's what interns are for!) Bikin set perawatan rambut khusus buat si keriting di Indonesia ...

3 Titik Lemah di Hati Gue

Image
Gue baru selesai nonton 5 Flights Up, film barunya Morgan Freeman dan Diane Keaton. Ini adalah sejenis feel good drama tentang pasangan manula --Akhirnya, terpakai juga kata ini. Gue kirain cuma buat iklan di Susu Anlene-- yang menjual apartemen mereka di Brooklyn untuk pindah ke Manhattan. Kedengeran membosankan, ya? Nggak bosenin, koook. Menurut gue, scriptwritternya dengan lihai menganyam cerita ini dengan berbagai cara. Hal-hal yang terkesan mundane , biasa-biasa aja, jadi punya impact. Filmnya jujur. Nggak neko-neko dengan roller coaster emosi yang berlebihan. Plotnya nggak macem-macem. Apa adanya, tapi tetep spesial. Berkali-kali gue menahan nafas karena manis-nya, lalu tersenyum kecil dari keunyuan simple dari scene-scene tertentu. Tapi, gue tau kenapa gue suka banget sama film ini... Film ini menohok hati gue di semua tempat-tempat yang tepat. Semua weak spots gue: 1. Lansia. Yes, gue lemah banget sama orang tua. Gue suka ngobrol sama mereka, gue suka spend time sama me...

Melodies of Old

Image
Today, unlike the many forgettable days I've spent in Napa, something different happened. Something that made me take a heavy hearted walk around the neighborhood. I've been playing the piano for my Grandfather, Opa Dan, for more than a week now. He asked once if I can play classical music on the piano, and I told him that I could play anything but. So, he told me to play some Ambonese songs. What I thought was going to be a one night thing turns into an every other night thing. He started waking me up in the morning for a singing session, or twice; before dinner and after dinner. I took it as a way for me to spend some quality time with him. Plus, these fingers need some extra practice anyway. On my first night, I noticed that I had lost my touch on the piano. I can't blindly go from chord to chord as effortlessly as I used to. My fingers felt like webbed duck feet. And the tunes that came out weren't exactly that great too. I was amazed that my grandfather kept...

The Eve of 25

Image
It is like I couldn't breathe. Like my lungs had decided to take in a fifth of what it is usually able to process. Like the dark clouds hovering over my head, I felt like mourning. The colors of the sun lit sky does not matter today. I see blue and black all around. It is fear, I know. I am familiar with its soft grip upon my future. Its hushing commentary to my past. I am familiar with it because I still remember the same heaviness from three years ago when I had to leave a town devoid of choice. I remember it because it was the first time that joy felt like a dusty dry rose left forgotten in the cold corner of a room. A touch will shed it to crippled petals on the floor. When I left the town, I thought that I will have a better chance of restarting clean. An open road that will take me anywhere. Being a self professed optimist, I did not think that a simple location change will affect the course of my life, but it did. I gave up the pursuit of passion and let peopl...