W E L C O M E

to a memoir of some sort
Follow Me

a new hair dresser in town



By  *tresdivine*     1:10 PM     

To commit myself to the glory of beauty, i have recently learned how to cut hairs ( i mean, be a hair dresser and learn it from a real hair dresser too). gue merasakalau bahasa inggris gue makin lama makin turun, atau gue makin lama makin males pake bahasa inggris, karena udah nggak sekolah dan nggak wajib ceplas ceplosh pake good grammar english (kecuali di greja, that's obvious).

eniwei, i've made up my mind to write all these in english. i got to, that's the only way i put my 500-something (or was it 600something) toefl score back in business. gue motong rambut dua orang kemarin; Mas Arun (office boy kantor nyokap gue) and Kak Lita (assisten bahasa inggris nyokap gue). Kak lita udah agak tua, umurnya sekitar 40-an, udah ubanan, udah penyakitan juga. rambutnya ikal-ikal gitu dan pendek. ceritanya gue kasih tauin dia kalau gue udah pernah potong rambut orang-padahal blum. terus dia waktu bikin appointment itu, langsung tanya gue mau dibayar berapa, dia tawarin 15ribu. Gue ketawa, bilang "nggak usah, kak, gratisan aja... lagian aku kan blum professional." terus dia balas dengan agak takut, "tapi kamu udah pernah potong rambut orang kan, jo?" Gue jawab still yakin, "pernah, pernah. tenang aja kak, kalau ada yang salah juga nanti ada mas agus yang benerin...".

di hari H-nya, setelah gue potong rabutnya Mas Arun (sukses berat! mas agus, guru gue, bilang kalau rambut yg gue potong udah rapih. nggak perlu dibenerin lagi. Wetz, bangga dong gue, agak nggak percaya juga kalau gue punya bakat terpendam...) baru gue potong rambutnya Kak Lita. Kak Lita waktu masuk langsung ngobrol tentang hairstyle-nya. gue pikir, "yang penting, ada mas agus yang command gue suruh ngapain. jadi gue aman. toh kak lita cuma mau di trimming, rambutnya udah di trap dari awal, jadi tinggal tipisin sana-sini..." Pertama-tama gue awkward pegang2 rambut orang, tapi lama2 biasa aja. agak salah cara ambil rambut dan pegang sisirnya, terus dibenerin sama mas agus. gue nggak pernah salah potong, kalau agak bingung dan nggak bisa nemuin yang mana harus dipotong, gue konsultasi, jadinya nggak motong sampe pitak. he3, bersih lah! pas gue lagi motong rambutnya Kak Lita, ada conversation yang sempat bikin gue lemes...

K'Lita: johanna udah berapa lama potong rambut?
Gue: baru...
KL: udah berapa orang yang dipotong?
Gue: tadi mas arun...
Mas Agus: baru hari ini belajar... (JRENG! gunting di jari gue bergetar...)
KL: *diam tak bicara, mungkin dia pikir; rambut saya mau diapain ?! saya belum mau mati... ah, nasi sudah menjadi bubur. biarlah rambut saya dijadikan korban bakaran, demi kebaikan bersama*

setelah jadi, rambutnya kak lita jadi luwes, nggak aneh2 potongannya. dan wajahnya kak lita yang agak diamond shape itu jadi berkarater. kenapa? tadinya kak lita rambutnya di trap dan dibiarkan lurus aja. poinya sudah panjang sekali dan dibiarkan ke belakang. jadinya gue potong poninya sedikit (tetap diusahakan agar bisa disisir kebelakang, jadi agak panjang...) dan tipisin bagian bawah rambutnya kak lita. setelah disisir dan rambutnya dimasuk-masukin ke belakang (mas agus ajarin berkali-kali, tapi gue nggak bisa2. maklum rambut gue nggak bisa disisir jadi gue bukan ekspert di bidang persisiran), wajah kak lita langsung cerah! rambutnya secara magical jadi BOB! wahahahhaha! "kok bisa?" tanya nyokap gue, "kamu ambil blow dari rumah?". "nggak disisir doang mam..." jawab gue agak sedikit bangga tapi berusaha menutupinya. "mami mau dipotong sabtu depan ya!" nyokap gue langsung buat appointment.

jadi beginilah, gue jadi hairdresser baru di tempat les-nya nyokap gue. udah banyak orang yg buat appointment, dan udah ada satu assisten nyokap gue yang ditunjuk jadi manajer gue. HADUH, jadi salting nih...

yang rambutnya mau gue otak-atik, silahkan loh, setiap selasa, rabu, kamis dan jumat. jam 4pm sampe selesai. di Kumon Bandung Cinere, jl bandung 400, kecamatan Limo, Depok, 16514. telepon juga boleh di 754**12, bicara dengan Kak Amri, Manajer saya. HAHAHHAHAHA.

ps: gambar diatas itu adalah Major Utensils gue; guntung rambut merek Shilla, gunting penipis Shilla, penjepit rambut pinjeman dari Mas Agus. semuanya dibeli di toko Budi Mulia di Mayestik bersama barang2 lain (seperti penyemprot rambut, penjepit rambut 6biji, sisir potong dan cape rambut) dengan harga 151.000, lumayan murah... ada loh gunting rambut yang harganya sampe 1jutaan, gue punya sih yg paling mahal 50.000. itu juga gue udah sampe ngepel tokonya supaya dapet diskon. HAHA

About *tresdivine*

An explorer driven by curiosity. This blog is one of the longest commitment she manage to keep.