Posts

Showing posts with the label Tales

Masih Hidup

Image
Malam tadi gua terbangun dari sebuah mimpi yang biasanya masuk ke kategori mimpi indah gue. Kalau mimpi ini terjadi di hari-hari normal, gua bakal mencoba tidur lagi, dan melanjutkan mimpi itu. Tapi, malem kemarin bukan malam biasanya. Gua lagi ditengah kebimbangan yang cukup prolonged. Biasalah, soal hidup, dan pilihan-pilihan yang tersedia disana. Susahnya, mimpi yang terjadi malam barusan, dibintangi oleh sebuah pilihan yang sudah gua buang jauh-jauh dari planner hidup gua. Laki-laki itu manggil gua "yang" sambil kita jalan-jalan sore. Gua juga dengan segenap pikiran jernih merangkul lengannya. Ngak bohong, buat seorang dengan love language touch kaya gua, rasa itu enak banget. Tapi beberapa detik kemudian, hati gua berteriak, membangunkan imajinasi organik ini dengan tonjokan rasa kecewa. Kembali teringat kalimat seperti: otak lo, hati lo mungkin kuat. Tapi tubuh lo lemah. #petjah abis ngak? Kemungkinan, saat itu jam 3 atau 4 pagi. Yang jelas, akhirnya gua terja...

Mimpi Semi-Buruk

Image
Tadi malem -- sambil badan yang lagi re-winding, dan re-charging -- gua mimpi. Ada seseorang bertanya ke gua tentang phobia. Dia mempertanyakan ini ke orang-orang disekitar gua. Kita berdiri deket-deketan, saling menyentuh punggung seakan kita di photobooth yang kecil. Beberapa bilang uler, ada yang bilang ketinggian. Ditengah-tengah itu, ada yang nyeletuk tentang burung dan gua dengan serunya ikut nyerocos tentang burung dan ayam dan semua unggas yang bikin gua bergidik. Orang ini obviously ngak percaya sama gua. Di saat itu lah, dari belakang, gua ngerasain ada orang yang jalan mendekati gua. Perut gua mulai muter, karena gua tau orang itu lagi bawa sejenis burung di tangannya. Burungnya kecil, sebenernya gua ngak perlu takut. Tapi apa daya, kaki gua mulai melemah. Bulu rhoma di punggung gua udah berdiri semua, menjalar naik dari pundak ke tengkuk belakang. Siapa sih nih orang yang dengan sengaja nakut-nakutin gua! Sejenak gua kesal ke dia, mencoba untuk mengumpulkan sege...

Sax and Scat

Image
Udah lama gua ngak nulis cerita fiksi.. Tapi, barusan, ditemani dengan sekotak coklat chip cookies, gua masuk ke alam imajinasi dan menuliskan ini: Sax and Scat  |  at latenightrambles.blogspot.com Ini excerpt buat yang pengen digoda (di-tease, maksudnya): "Kau urus saja hatimu, Rez. Aku akan mengurus hatiku sendiri." Itu kata-kata terakhirnya. Tanpa pesan sampai jumpa, tanpa tengokan kebelakang. Ia berjalan keluar dari restoran, rambutnya yang panjang berkibas ke kiri dan kekanan. Reza yakin, Dilla tidak menangis malam itu... (baca lanjutannya) Di check out ya, Guys! Blog ini kan rata-rata isinya kisah-kisah nyata. Ngak seseru kisah-kisah bohongan di blog gua yang satunya lagi, loh. Cocok dibaca buat malam-malam galau nan sendu. Sekalian, dengerin ini: Fin De L'Affaire by Hank Mobley. Lu bakal ke transport deh, ke masa-masa sebelum lu hidup.

Tales: Late Night Rambles

Image
"I tried not to think about it," i told him, "You know, about the scandal ..." "Of which you are not, in anyway, involved?" his raspy voice replied over the phone. "Well, maybe more like a friend of the suspect. That makes me... a... um, witness?" i made do. I heard nothing but his breath. I know he was just lounging around on his sofa bed, listening to my rambles as he watch the night grew steadily cooler. " It's fun, i guess, in a thick-black-oil-spill way," i continued while sipping on my morning coffee. " Ha! A contrary to the former adjective. Now, continue with the verdict," he added sarcastically. " That was me being subtly sardonic, thank you very much," i playfully smiled at my reflection on the coffee maker. I imagined him rubbing his hair and changing his sitting position to a more comfortable one. " Im half-way around the world from it. Nothing can be so bad when you're this detached." I...