Masih Hidup
Malam tadi gua terbangun dari sebuah mimpi yang biasanya masuk ke kategori mimpi indah gue. Kalau mimpi ini terjadi di hari-hari normal, gua bakal mencoba tidur lagi, dan melanjutkan mimpi itu. Tapi, malem kemarin bukan malam biasanya. Gua lagi ditengah kebimbangan yang cukup prolonged. Biasalah, soal hidup, dan pilihan-pilihan yang tersedia disana. Susahnya, mimpi yang terjadi malam barusan, dibintangi oleh sebuah pilihan yang sudah gua buang jauh-jauh dari planner hidup gua. Laki-laki itu manggil gua "yang" sambil kita jalan-jalan sore. Gua juga dengan segenap pikiran jernih merangkul lengannya. Ngak bohong, buat seorang dengan love language touch kaya gua, rasa itu enak banget. Tapi beberapa detik kemudian, hati gua berteriak, membangunkan imajinasi organik ini dengan tonjokan rasa kecewa. Kembali teringat kalimat seperti: otak lo, hati lo mungkin kuat. Tapi tubuh lo lemah. #petjah abis ngak? Kemungkinan, saat itu jam 3 atau 4 pagi. Yang jelas, akhirnya gua terja...