W E L C O M E

to a memoir of some sort
Follow Me

Cara Ngederin Curhatan Panjang Buat Orang Sibuk



By  johanna wattimena     12:52 PM    Labels: 


Ini jam 11 siang, dalam 2 jam ada meeting besar dan elo harus mempersiapkan power point dadakan. Tiba-tiba, temen lo masuk ke ruangan dan mulai curhat soal boss-nya yang walaupun ganteng dan digebet cewek sekantor, ternyata sangat menyebalkan. Apa yang harus lo lakukan tanpa menghancurkan persahabatan atau kesempatan lo naik gaji?

Gini cara mendengarkan curhatan temen saat lo sedang sibuk (atau males):

1. Perpendek masa ceritanya dengan tidak memprovokasi emosi yang berlebihan

Ngomong "Oke, tenang dulu" nggak akan membantu. Biarin dia ngeluarin semua unek-uneknya. Pas dia cerita, jangan kasih ekspresi-ekpresi kaget kaya "Hah?", "Serius lo!", "Parah, parah, parah." Ini cuma bakal memperbesar emosinya dan memperpanjang ceritanya. 

Wajah lo harus tetap attentive tapi tenang, ngedengerin tapi tidak terlibat. Alhasil, dia perlahan-lahan akan mengikuti raut wajah lo juga, dan mulai menenang. Inget pelajaran IPA di SD, tanpa oksigen api nggak akan membesar. 

Ini pun bakal bekerja untuk temen yang lagi nangis. Biarkan dia ngeluarin semua air matanya. Tugas lo, pandangin dia dengan tenang lalu berikan tissue.

2. Berikan Puk-Puk verbal

Di akhir ceritanya (atau tangisannya), pandang dia dengan wajah memelas seakan-akan lo mengerti perasaannya. Lalu berikan kalimat generik yang mendukung poin-nya seperti, "Emang boss lo gila." Pastinya, kalimat yang tepat hanya bisa didapatkan dengan cara mendengarkan ceritanya. Secara kemungkinan besar lo nggak dengerin curhatannya secara detail, berikan kalimat generik favorit gue: "Emang rada sih." Atau, geleng-geleng kepala sambil menghembuskan nafas, "speechless gue." Dia akan tetap merasa didukung walau sebenarnya lu nggak musingin kesehatan jiwanya.

3. Tenangkan dia dengan pengalihan fokus

Tawarkan dia minuman. Minum air putih akan mendinginkan kepalanya, dan meregangkan otot-otot yang sedari tadi berkontraksi karena emosi. Berjalan ke dispenser air (atau membuka botol minum) akan memfokuskan pikirannya ke aktifitas fisikal, bukan ke perasaannya. Ini akan memberikan waktu untuk elo buru-buru kembali ke laptop lo dan...

4. Ubah Topik

Mulai lanjutkan pekerjaan penting lo. Pastikan dia bisa ngerasa kalau lu harus kembali bekerja. Tanpa memalingkan wajah lo dari layar komputer, berikan dia kalimat penguatan yang praktikal. "Tarik nafas... Balik kerja." Kalau dia masih memelas, kasih dia senyuman penuh semangat, lalu fokuskan dirimu ke kerjaan lo. Temen lo bakal inget buat balik kerja dan berhenti merengek. If all else fails, bilang blak-blakan kalau elo dikejer deadline. Kita semua kan udah gede... Dia harusnya mengerti, kok.

5. If it's a chat...

Gunakan emoji. Mereka lebih powerful dari kata-kata, dan tidak membutuhkan banyak komitmen.
Kira-kira saja dari chatnya apakah dia sedih atau kesal, lalu pilih gambar yang sesuai dengan perasaannya. Akhiri chat dengan emoji angel dan hati.




Alright, itulah tips gue untuk tetap terlihat seperti orang baik tanpa menggunakan hati dan kasih sayang. Hope that helps, you little twats (that includes me too).

About johanna wattimena

An explorer driven by curiosity. This blog is one of the longest commitment she manage to keep.