Posts

Ngeteh Cantik dan Tetek Bengek Kawinan

Image
Makanan pas nge-teh cantik di Peacock Lounge Seorang temen bakal menikah dalam hitungan bulan. Waktu kita ngeteh cantik beberapa hari yang lalu, dia cerita soal kesibukannya ngeplan ini itu. Dan secara gue akan terlibat di sebuah wedding yang lain, gue jadi mulai panik: banyak banget yang harus disiapin! Padahal, kawinan itu cuma hitungan 4 jam loh. 1 jam pemberkatan/akad nikah, trus sisanya makan malem dengan segenap acara potong kueh, first dance, apa lah itu yang menurut gue nggak penting. Dan untuk sebuah acara sependek itu , dibutuhkan waktu 1 tahunan untuk ngerencanain semuanya, dan ratusan juta buat menggalangkan fantasi kemegahan lo?  Ampun, Daddy! (Heih, bilang gitu doski skrg, tunggu waktunya juga paling menggila sendiri) Apa sih yang membuat pernikahan itu sebuah ajang tebar pesona? Kalau gue liat inti acaranya, sebenernya kawinan adalah acara memberi selamat pada sepasang teman atau keluarga lo yang bersiap untuk menjalani hidup baru. Simpel kan? Soal berapa...

Kangen Puas Karena Kerja Keras

Image
Udah lama banget gue nggak cerita tentang kehidupan gue sendiri. Itu karena gue nggak pengen cerita yang terlalu serius atau yang terlalu hopeless. Beberapa bulan belakangan ini gue memang lebih banyak menyendiri dan memfokuskan pikiran gue biar lebih sehat. Mungkin memang 'quarter life crisis' itu beneran ada, yah. Gue nggak ada banyak tips dan cara-cara jitu biar keluar dari semi-depression itu, tapi cuma 1 hal yang membantu: realize that it's all in your head. Get out, do your work, paksa tersenyum, paksa ketawa, nyanyi, berdoa, teriak, olah raga. Do everything you can to get out of your head. Dan saat lo sendirian, saat pikiran-pikiran itu mulai datang, baca alkitab. Realize who you are, that you are meant to overcome the world and you're so precious in God's sight. Precious. Seorang Om tanya ke gue hari minggu kemarin, "So, kamu kerja apa sekarang?" Gue cerita kalau gue ngajar bahasa inggris di kelas nyokap gue. Karena dia tau gue ngambil Motion D...

3 Lagu Orkestra Megah Untuk Pernikahan

Image
Desember kemarin gue dikasih kesempatan cetar untuk nyanyi back-up buat sebuah orkestra di kawinan orang. Lagu-lagu yang dimainkan disana bikin gue kembali bergetar untuk lagu megah penuh tarikan suara biola dan deram timpani. Sampai-sampai gue bikin sebuah list berisi lagu-lagu orkestra yang gue sukai. Siapa tau bisa dimainin di kawinan gue #ProyekMasaDepan Waktu nyanyi di kondangan Sampai saat ini list gue masih berisi 3 lagu. Tapi kita lihat kelanjutannya yah... 1. Two Words by Lea Salonga Setiap biolanya bermain bagian solonya, gue merinding! Dan dengan kata-kata "In a while, in a word, every moment now returns" langsung kebayang ngeliat wajah calon suami sambil ngomong 'I Do'. Beratsss. 2. All I Ask from Phantom of The Opera Satu lagi yang selalu bikin nangis waktu Christine nyanyi "Say you love me every waking moments, turn my head with talk of summer time". Rasanya mau nyebur, berenang, tenggelam dan erobik air dalam cinta. 3. For G...

Selamat Tahun Baru 2016

Image
Dari masa ke masa, menulis di akhir tahun adalah kebiasaan yang cukup penting buat gue. Secara jurnal gue sudah habis kertasnya sehari yang lalu (planning yg sangat buruk), maka napak tilas kali ini tertulis lah di kertas digital. Malam terakhir di 2015 gue habiskan dengan penulis-penulis Dasawarna. Kita ngebakar ayam, bikin salad, colek guacamole, dan nyeruput sotong semuanya sambil berceloteh tentang film, kisah masa lalu, karya-karya untuk masa depan, dan tentunya pembicaraan absurd yang tak etis bila dijabarkan disini. Mungkin karena sesama penulis yg masih mencoba menembus industri, jadi tingkat acara kami ya alakadarnya dan kekeluargaan. Just exactly what I need. Ngumpul sama mereka ngingetin gue akan hal-hal penting dalam hidup: relationship, and being there for each other. Being there for the rants, the downs, the burns, and being there for the ups, the toasts, and the victories. Siapa yang nyangka, temen-temen yang baru friendiversary 1 tahunan ini jadi anak-anak seperju...

Karena Rambut Adalah Mahkota

Image
Kalau kamu belum tau, gue punya blog khusus buat menjaga dan merawat rambut keriting. I know, 'kok kesannya centil banget'. But NO, it's not. Kalau kamu melihat budaya indonesia dari sisi si Keriting, kamu bakal ngeliat value based problems yang menurut gue harus segera dieradikasi lewat pendidikan. Hutzz, bahasa gueh kalau udah mulai serius ya bok. Hmh! Ini masalah yang dihadapi sama orang-orang berambut keriting di Indonesia: 1. Mereka terkenal dengan nama "brokoli" atau "kiting" atau "ijuk" Ya, udah biasa orang indo bikin nama panggilan macem-macem, kan. Nggak semuanya ngerasa kesel sama ini, tapi banyak juga yang malah jadi nggak suka dengan tekstur natural rambut mereka. 2. Kata "cantik" dan "keriting" jarang sekali ada di 1 kalimat Di Indonesia, definisi cantik itu sangat homogen. Kulit putih, mata besar, rambut hitam legam lurus terurai panjang. That's it. Dan hal itu yang bikin banyak anak-anak beram...

10 Lagu Non-Lenje yang Terasa Seperti Jatuh Cinta

Image
"Kayanya gue jatuh cinta, deh" kata gue sambil membuka headphone  dari telinga. Tertera di layar ipod: 'Lagu Lutut Lemes' judul playlist yang norak. Kamu cuma memandang gue nyinyir selama 2 detik lalu kembali sibuk menjawab rentetan chat yang lebih penting dari pada berbicara dengan temanmu. Temanmu ini yang akhirnya menulis blog karena dikacangin. Memang tiap kali mendengarkan lagu-lagu ini, rasanya seperti kembali ke masa cinta yang lugu, putih seputih ketiak bayi. Bukan karena ada memori spesial yang menitip pesan sentimental. Kan  akuh belum pernah jatuh-tuh cinta. Makanya, "menitip pesan sentimental" ini lebih cocok disamakan dengan mahasiswa yang nitip absen: sok ada. Tapiiii, inilah nada-nada yang menurut gue menggambarkan perasaan gebet menggebet, tembak menembak, kangen-kangenan. Basically, lutut lemas, nafas tersengal, bibir gemetar, jatuh cinta. Share juga punya kamu di comment section, yah! Ini gue urutin dari yang paling Semangat sampe ...

Cara Ngederin Curhatan Panjang Buat Orang Sibuk

Image
Ini jam 11 siang, dalam 2 jam ada meeting besar dan elo harus mempersiapkan power point dadakan. Tiba-tiba, temen lo masuk ke ruangan dan mulai curhat soal boss-nya yang walaupun ganteng dan digebet cewek sekantor, ternyata sangat menyebalkan. Apa yang harus lo lakukan tanpa menghancurkan persahabatan atau kesempatan lo naik gaji? Gini cara mendengarkan curhatan temen saat lo sedang sibuk (atau males): 1. Perpendek masa ceritanya dengan tidak memprovokasi emosi yang berlebihan Ngomong "Oke, tenang dulu" nggak akan membantu. Biarin dia ngeluarin semua unek-uneknya. Pas dia cerita, jangan kasih ekspresi-ekpresi kaget kaya "Hah?", "Serius lo!", "Parah, parah, parah." Ini cuma bakal memperbesar emosinya dan memperpanjang ceritanya.  Wajah lo harus tetap attentive tapi tenang, ngedengerin tapi tidak terlibat. Alhasil, dia perlahan-lahan akan mengikuti raut wajah lo juga, dan mulai menenang. Inget pelajaran IPA di SD, tanpa oksigen a...

Tips Cari Kado Untuk Jenis Cewek Praktikal

Image
Gue bukan jenis orang yang mementingkan kado. Menurut gue, ngumpulin barang itu sangat mubazir. Sampai-sampai gue punya formula: barang penting harus muat dalam 2 koper. So, gue suka pesan untuk tidak usah memberi hadiah tiap kali ada acara spesial. Dari pada pas gue dapet, barangnya gue hibahkan. Kan sedih... dan kasian... dan nggak enak rasa. Tapi, ada saat-saat tertentu dimana memberi hadiah itu penting. Especially kalau kamu adalah orang yang spesial dalam hidup si Cewek Praktikal ini. Nah, ini tips nyari kado untuk orang yang terlalu woles: 0. Sesuaikan dengan Acaranya Ini seharusnya sudah nggak perlu dikasih tauin lagi. Ya, kalau-kalau... Dalam semua situasi yang berhubungan dengan barang, cewek praktikal akan berpikir: "mau gue apain nih barang?" Jika jawabannya cuma, "buat dipajang," kamu lebih baik cari kado yang lain. Selalu pikirkan penerima hadiah tersebut. Jika ini adalah hadiah pindah negara demi kuliah, kasih dia sesuatu yang kecil ya...

Route 102: Business

Image
hidup gue saat ini Semua orang harus tau kalau Johanna tidak biasa diam-diam tanpa kerjaan. Kali ini, dia sudah bosan di distract sama video youtube, film-film bajakan dan anime tentang titan pemakan manusia. Suatu hari saat refleksi pagi, dia dapet sebuah ide untuk berbisnis. Kalau kamu kenal gue, kamu bakal bilang "lo bisa bikin macem-macem bisinis sih, Jo. Production house, screenwriter's guild, graphic design agency, apa kek!" Tapi jujur, Route 101: Media, sudah bikin gue 100% lelah. Gue nggak tertarik ngelakuin yang beginian lagi. Gue sudah berkecimpung di dalam sana selama beberapa tahun, dan gue tau gue nggak mau ngelakuin itu seumur hidup. Anyway, suatu pagi munculah sebuah ide bisnis yang cukup seru. Masalahnya, gue nggak punya background bisnis sama sekali. Gue pengen tau gimana caranya bikin business plan yang bener, cara bikin strategi bisnis dan jadi pengusaha legit. Dari pada gue nge-google cara nulis business plan, mending gw ngambil kelas sekali...

Masih Belum Percaya

Image
Hari ini gue kehilangan sesuatu yang cukup berharga buat gue. Tiga tahun lebih gue habiskan bareng sama dia. Pagi, siang, malem, gue nggak pernah ninggalin dia lebih dari 3 hari. Dia tau pikiran gue, gue ceritain semuanya ke dia. Dia tau aspirasi, dan inspirasi gue, dia yang nunjukin itu semua ke gue. Ada hari-hari dimana gue ngerasa nggak ngebutuhin dia. Tapi dihari-hari itulah yang malahan gue habiskan paling lama dengan dia. Dia cukup spesial, tapi hari ini dia udah nggak ada di hidup gue. Kalau kata-kata diatas terdengar seperti orang patah hati, yakinlah kalau kamu salah. Gue nggak patah hati. Gue shock. Gue nggak tau apa yang gue lakukan, tapi saat dia buka mata lagi, dia kaya nggak tau apa-apa. Dia nggak ngomong, dia nggak hangat, dia kaya robot. Memang benar kalau hidup itu adalah kumpulan memori. Jika memori itu tidak teringat, berarti memori itu tidak pernah terjadi. Apalagi memori gue dengan dia: tidak tertulis di buku sejarah, tidak terdaftar di kantor mana-mana. Ki...

Perkerjaan yang baik adalah Hidup!

Image
Hari ini gue ulang taon! TEPOK TANGAN! Sejak SMA gue selalu pusing mikirin cita-cita gue. Cita-cita dalam artian profesi. Susah banget loh buat nentuin satu. Sampe sekarang aja gue nggak tau sebenernya profesi gue apa. Gue kebanyakan tangan, kebanyakan ide, kebanyakan proyek. Ini bukan komplain, ya, ini fakta. Dan gue seneng penuh dengan kerjaan ini itu. Otak gue berasa dipacu terus untuk dorong satu dinding lagi, dan loncatin satu pager lagi. Di umur 25 ini, gue mencoba menulis hal-hal yang masih mau gue lakukan. Itung-itung nyemangatin hati gue yang mulai semangat lagi memacu diri. Ini list gue, list lo apa? Write and produce a musical theater. Write (and maybe illustrate) children's book Write songs and perform it Learn to surf Learn to dive Travel to Europe, watch art and eat! Change Indonesian TV Entertainment industry Mentor students for the creative industry (that's what interns are for!) Bikin set perawatan rambut khusus buat si keriting di Indonesia ...

3 Titik Lemah di Hati Gue

Image
Gue baru selesai nonton 5 Flights Up, film barunya Morgan Freeman dan Diane Keaton. Ini adalah sejenis feel good drama tentang pasangan manula --Akhirnya, terpakai juga kata ini. Gue kirain cuma buat iklan di Susu Anlene-- yang menjual apartemen mereka di Brooklyn untuk pindah ke Manhattan. Kedengeran membosankan, ya? Nggak bosenin, koook. Menurut gue, scriptwritternya dengan lihai menganyam cerita ini dengan berbagai cara. Hal-hal yang terkesan mundane , biasa-biasa aja, jadi punya impact. Filmnya jujur. Nggak neko-neko dengan roller coaster emosi yang berlebihan. Plotnya nggak macem-macem. Apa adanya, tapi tetep spesial. Berkali-kali gue menahan nafas karena manis-nya, lalu tersenyum kecil dari keunyuan simple dari scene-scene tertentu. Tapi, gue tau kenapa gue suka banget sama film ini... Film ini menohok hati gue di semua tempat-tempat yang tepat. Semua weak spots gue: 1. Lansia. Yes, gue lemah banget sama orang tua. Gue suka ngobrol sama mereka, gue suka spend time sama me...

Melodies of Old

Image
Today, unlike the many forgettable days I've spent in Napa, something different happened. Something that made me take a heavy hearted walk around the neighborhood. I've been playing the piano for my Grandfather, Opa Dan, for more than a week now. He asked once if I can play classical music on the piano, and I told him that I could play anything but. So, he told me to play some Ambonese songs. What I thought was going to be a one night thing turns into an every other night thing. He started waking me up in the morning for a singing session, or twice; before dinner and after dinner. I took it as a way for me to spend some quality time with him. Plus, these fingers need some extra practice anyway. On my first night, I noticed that I had lost my touch on the piano. I can't blindly go from chord to chord as effortlessly as I used to. My fingers felt like webbed duck feet. And the tunes that came out weren't exactly that great too. I was amazed that my grandfather kept...

The Eve of 25

Image
It is like I couldn't breathe. Like my lungs had decided to take in a fifth of what it is usually able to process. Like the dark clouds hovering over my head, I felt like mourning. The colors of the sun lit sky does not matter today. I see blue and black all around. It is fear, I know. I am familiar with its soft grip upon my future. Its hushing commentary to my past. I am familiar with it because I still remember the same heaviness from three years ago when I had to leave a town devoid of choice. I remember it because it was the first time that joy felt like a dusty dry rose left forgotten in the cold corner of a room. A touch will shed it to crippled petals on the floor. When I left the town, I thought that I will have a better chance of restarting clean. An open road that will take me anywhere. Being a self professed optimist, I did not think that a simple location change will affect the course of my life, but it did. I gave up the pursuit of passion and let peopl...

Accomplisment or Fulfillment (Berhasil atau Puas)

Image
Photographed by David Mao | unsplash.com Belakangan ini, gue mencoba menapak tilas pelajaran-pelajaran hidup yang udah gua cerna selama umur 24. Emang udah jadi kebiasaan sebelum naik umur untuk berpikir ulang tentang arti dibalik menjadi dewasa. Bulan depan gue bakal genap seperempat abad menghirup polusi dunia yang kian hari kian meracun. Nggak banyak yang berubah dari segi fisik, paling gue jadi lebih jaga makan karena kolesterol. Dari sisi religi, gue mencoba lebih membuka mata akan kehadiran Tuhan karena makin tua gua ngerasa makin terbiasa dengan Tuhan sebagai agama, bukan Tuhan sebagai kehidupan. Dari segi karir, gue balik ke titik enol. Titik enol ini selalu jadi topik debat antara Setan Johanna dan Malaikat Johanna. Yang satu bilang ini memalukan untuk orang yang seharusnya udah cukup stabil, yang satu lagi bilang ini adalah sebuah kesempatan untuk terus maju ke arah yang sesuai. Sejujurnya Manusia Johanna udah males gonta-ganti wiring di otak, pengen yang stabil-stab...

Menjadi Jujur dan Dampaknya ke Karya

Image
Taken from Unsplash by: Paolo Imbag Gue nggak inget apa gue udah pernah ngomongin ini atau belum, tapi gue pengen coba nerbangin pesawat kertas ini lagi. Tangkep yah! Jujur itu serem loh. Serem karena nggak ada yang bisa menyangkal kebenarannya kecuali si pembicaranya, tapi nggak ada juga yang bisa menghentikan opini tentangnya kecuali si pendengar. Sejak kecil gue selalu mengedepankan kebutuhan orang lain. Lewat observasi, gue gampang tau apa yang mereka ekspektasikan dari gue. Saat hal ini dikombinasikan dengan jenis 'people pleaser' versi Johanna, gue jadi sering menghabisakan waktu mencari emas di sungai demi orang lain. Padahal yang gue mau adalah berlian. Belajar dari situ, gue mulai menggunakan metode observasi untuk mengedepankan keinginan gue. Caranya, sebelum memaparkan ide gue akan memperhatikan kebiasaan, ketertarikan, serta kepercayaan mereka, lalu menggunakan itu untuk nge-pitch ide-ide gue. Contoh, beberapa bulan sebelum gue lulus SMA gue mulai mempe...

Women in Romance 2015

Image
There has been a game change, Ladies and Gentlemen. Romance as we know it is no longer played under the same set of rules that our parents go through. Here's why: Women have evolved. Yes, we have. Sorry, Gents. When our promised "knight in shinning armor" is taking his precious time to groom his ego while playing another game in the xbox, the "maiden in distress" is taking her last curtain call before a costume change into... well, her empowered self. We've grabbed our bachelor's degrees, we've nailed our jobs and earned our salaries. We've learned to wear whatever we like, and buy whatever we need. We've been taught to say our piece and stand for what we believe. We've placed our value where it's supposed to be; right up here where our heart beats with the vigor of a lioness, and while doing all that kept our hands busy with creating our own opportunities. Gone are the days where women had to rely on men to take care of the...

5 Alasan Gue Nggak Pernah Jatuh Hati

Image
5. Belum ada cowok yang bener-bener bisa menarik perhatian gue. Ya, secara pikiran, hati dan wajah. Yang terakhir terdengar dangkal banget, tapi lo nggak mau kan merinding tiap kali mikirin dia tersenyum ke elo dengan gigi tonggosnya. 4. Kenapa buru-buru? Masih banyak list kerjaan gue untuk 3 tahun kedepan. Kalau pun ada cowok yang mau nyelip di buku jadwal gue, dia harus... harus... mau nyelip terus-terusan. Selamanya *cue: angin semilir* 3. Karena gue nggak suka pikirannya digentayangin makhluk lain. Alasan gue sering jatohin kecap, alasan gue selalu nggak bisa minum air putih dengan rapih, alasan gue teriak-teriak gak jelas, atas suka bengong, dan sering ketinggalan ini itu... Ya, tidak produktif-nya gue itu gara-gara jatuh hati. 2. Gue nggak suka perasaan ini. Pernah sekali nyoba. Berasa kaya deg-degan tapi nge-high tapi juga mau muntah. Bahkan naik kicir-kicir di Dufan pun nggak bisa ngalahin rasa di cuci perut sama perasaan. 1. Atau, semua itu adalah alasan semata. Se...

Mungkin Anda Lelah

Image
Nggak jarang merasa begini akhir-akhir ini. Satu kerjaan berakhir, ada lima lagi menunggu. Rasanya mumet banget, dan semua tekanan mulai ngeberatin jantung. Belum lagi ada side stories di hidup gue yang seharusnya menyenangkan tapi guenya malah risih. Mungkin sudah waktunya gue mengundurkan diri dari kesibukan-kesibukan nggak jelas ini. Dari luntang-lantung melakukan sesuatu yang 'bukan gue'. Atau, mungkin gue harus berhenti berlari dari kenyataan, dan plant my feet on solid ground. Face the giants and conquer lands with God. Mungkin sudah waktunya roh gue menyala-nyala lagi.

Dance Again

Image
photo taken from  here Hold me, cause I'm not complete. Pull me into your arms, cause you know I'm always seeking out for something else. My life falls piece by piece into the floor when you're not close. But like the most hard headed crook that I am, I will always dance off course. Are we still dancing, Dear? Are we still waltzing to the rhythms of our hearts? Cause I can hardly hear the music, the melodies that once follows our steps. I miss you. I miss us. It's stupid cause I've been saying this since years ago. I don't wanna stray, I want to stay. Right there with you -- wherever there might be. This is the part where I learn to be an adult, and treated us more than our feelings. Meet me tonight, and ask me out for a dance. I will, I will dance with you. Written while listening to  James Bay 's 'Let It Go'